Sabtu, 06 Februari 2016

Sepotong surga hijau di Coban Rondo, salah satu tempat paling Instagram-able di Malang

Ketemu lagi sama saya. Beberapa hari ini saya memang rajin blogging. Meskipun postingan saya sudah kadaluwarsa semua, alias sudah mengendap sebagai draft berbulan-bulan.

Karena blog ini pada dasarnya adalah jurnal travelling, icip-icip, dan daily life minus personal detail (I know that reading someone complaining about their life in internet is exhausting), jadi ya maaf kalau ulasan travel saya kurang informatif.

Pertengahan tahun 2015 lalu saya dan Frita, Arien, serta Sova memutuskan untuk jalan-jalan ke Coban Rondo. Bukan berarti kami belum pernah main ke sana. Kami berempat cuma kepingin menyegarkan pikiran dari rutinitas kantor yang bikin stres tanpa ke mall. Jadilah Coban Rondo pilihan destinasi wisata kami.

Saya yang paling semangat karena pegunungan dengan pemandangan hijau memang jenis wisata alam yang paling saya sukai. Dan meskipun air terjun Coban Rondo ini memang tidak terlalu istimewa dan kelewat ramai pengunjung, tapi saya menikmati keindahannya yang sederhana.

Air Terjun, Coban, atau Curug?

 

Minggu, 24 Januari 2016

Ngeksis sebentar di Lawang Sewu yang legendaris

Saya tuh, sebenarnya lumayan penakut. Saya bakal deg-degan kalau disuruh masuk tempat yang katanya berhantu. Tapi karena main ke Semarang tanpa mampir ke Lawang Sewu itu seperti makan bakso Malang nggak pakai kuah (apa, sih), jadilah saya dan ketiga sobat, Arien, Frita, dan Sova menyempatkan diri ke Lawang Sewu.

Biasanya di depan Lawang Sewu ada beberapa tour guide berbaju garis-garis cokelat khas Jawa yang menawarkan jasa. Tapi kami lebih memilih menjelajahi Lawang Sewu sendiri. Lagipula saat itu Lawang Sewu sedang dipakai untuk festival budaya. Jadi banyak sekali pengunjung yang memadati halaman dan setiap lantai. Sebagian ruangannya pun digunakan untuk pameran UKM dan produk fashion.


Apakah Lawang Sewu seseram yang saya bayangkan?

Warna-warni terang bulan di Martabak Badut

Photo credit: Tantri Setyorini
Rasa-rasanya belakangan ini saya lebih sering wisata kuliner daripada travelling. Dalam sebulan saja saya sudah mampir ke beberapa tempat makan yang lagi hits di Malang. Salah satunya ya, Martabak Badut ini. Lokasinya di Jalan Pattimura no. 34, Malang. Kalau dari arah Stasiun tinggal belok kiri di perempatan Klojen.

Apa istimewanya martabak alias terangbulan ini?

Minggu, 10 Januari 2016

Mampir sebentar di Gereja Blenduk yang seperti masjid

Happy new year...
Saya mau cerita-cerita lagi, nih. Kali ini mau meneruskan cerita soal main ke Semarang yang sebenarnya sudah basi itu. Travelling-nya aja tahun 2014 lalu. Tapi daripada draft dan oleh-oleh foto ini cuma mengendap di laptop, mending di-share biar bisa dilihat orang lain. Siapa tahu bisa menginspirasi orang lain buat jalan-jalan juga.

Setelah mampir ke Pagoda Watugong, wisata tempat ibadah saya, Arien, Sova, dan Frita hari itu dilanjutkan dengan mampir ke Gereja Blenduk.
Photo credit: Tantri Setyorini

Sabtu, 09 Januari 2016

Good food, good vibe of Fresh Point

Halo, saya lagi, nih. Kali ini iseng mau ngisi blog dengan pengalaman jajan di kota tercinta Malang.

Sebenarnya saya tergolong jarang wisata kuliner atau wisata apa pun. Karena itulah (Duh, kebawa-bawa bahasa kerjaan banget) sekalinya jalan-jalan atau wiskul saya selalu mencoba menyerap sebanyak mungkin kesan dari tempat yang saya kunjungi atau makanan yang saya cicipi. 

Dan tempat ini menjadi salah satu tempat makan di Malang yang paling berkesan buat saya. Namanya Fresh Point.
FRESH POINT Sandwich & Waffle. Alamat: Jl. Mirah Delima No.02, Malang

Minggu, 11 Oktober 2015

Trip to Madakaripura: Menelusuri jejak Gajah Mada di air terjun kebanggaan Jawa

Halo, apa kabar? Ketemu lagi sama saya. Kali ini mau cerita pengalaman jalan-jalan sekalian liputan bareng tim content kantor ke air terjun Madakaripura. Pasti sudah pernah dengar kan, tentang tempat ini?

Iya, benar Madakaripura adalah air terjun tertinggi (200 meter) di Jawa Timur. Letaknya di Kecamatan Lumbang, Probolinggo. Di sini saya cuma pingin bagi-bagi cerita tentang keindahan Madakaripura, legenda, serta mitos yang ada di baliknya. Buat yang pingin baca rute dan tips travelling ke Madakaripura, silakan mampir ke sini.

'Hujan abadi' di Air Terjun Madakaripura. Photo credit: Yudi Suryanto

Sabtu, 18 Juli 2015

Mencicipi tahu gimbal, salah satu kuliner tradisional khas Semarang di Taman KB

Nah, dalam rangka main ke Semarang tahun lalu, saya dan teman-teman menyempatkan diri mampir ke salah satu penjual tahu gimbal. Iya, tahu gimbal. Makanan khas Semarang yang bisa ditemui di hampir setiap sudut kota Semarang.

Kali itu, kami memutuskan mencicipi tahu gimbal di depan Taman KB. Di sekitar taman yang jadi tempat kumpulnya anak muda Semarang ini berderet penjual tahu gimbal. Makanan yang dijual hampir semuanya seragam. Tahu gimbal, es campur, es teler, dan es durian.

Saya coba pesan tahu gimbal dan es durian. Nggak inget harganya berapa, karena ditraktir Miss Sova, sang tuan rumah sekaligus guide kita selama di Semarang (Makasih lop, Va :)).

Kalau kalian lihat gambar tahu gimbal di internet atau tabloid resep masakan yang sudah tersentuh food art, kurang-lebih bentuknya seperti ini.

Tahu gimbal.    Photo taken from Wisatasemarang.com